Hari ini sudah seminggu lebih aku berada di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta menemani papi yang menjalani operasi bypass jantung. Tepatnya ini hari kedelapan. Puji Tuhan, semua berjalan dengan lancar. Perjalanan dari Surabaya ke Jakarta, persiapan operasi, jalannya operasi, proses di ICU, proses di ruang Intermediate, dan sekarang proses rehabilitasi jantung paska operasi; semua lancar.
MENUJU KE RUMAH SAKIT JANTUNG HARAPAN KITA
Kami bertiga–aku, istri dan papi–tiba di Jakarta dari Surabaya hari Senin pagi dengan pesawat MD82 Wings Air yang katanya kena cekal larangan terbang karena masalah kelistrikan. Puji Tuhan penerbangannya oke. Tapi dinginnya itu lho.. minta ampun deh. Dari Cengkareng ke RSJ Harapan Kita kami ada jemputan BMW .. lumayan daripada bayar taxi bandara yang 150 ribu perak itu. Sebenarnya kalo bawaan nggak banyak, utk sampe ke Harapan Kita, kita bisa naik bis Damri jurusan Blok M dan turun di bus stop SLIPI, dekat sekali dengan RSJ Harapan Kita dan RS Dharmais. Yah, lewat dikit lah.. 200 meter kali..tinggal jalan. Oya, RSJ Harapan Kita berada di Jl LetJen S Parman Kav 87, Slipi-Jakarta. Website http://www.pjnhk.go.id.
Hal pertama yang kulakukan setelah sampe di rumah sakit adalah mengurus administrasi rawat inap papi. Karena operasi papi dijadwalkan hari Rabu, 9 April 2008, maka papi harus masuk RS untuk persiapan 2 hari sebelumnya, yaitu hari Senin, 7 April 2008 yang adalah hari itu juga.
JADWAL BEDAH & TIKET PESAWAT
Sebenarnya jadwal ini sudah mundur dari jadwal semula tanggal 31 Maret 2008, dikarenakan dokter bedahnya (dr Maizul) ada operasi mendadak. Sayangnya pemberitahuannya telat (tanggal 28 sore, 1 hari sebelum keberangkatan) sehingga aku yang sudah mengantongi tiket pesawat Mandala Air terpaksa membatalkannya (hangus deh 70%).
Pelajaran yg bisa dipetik: Jadwal Operasi sangat padat dan bisa berubah. So, sebelum ada kepastian tanggal operasi, jangan beli tiket pesawat dulu, karena jadwal bisa berubah. Atau kalau mau beli tiket, pilihlah yang bisa direschedule. Kepastian jadwal operasi bisa ditanyakan di 021-5684093 ext 2222 bagian CAO, hari Senin-Jumat pada jam kerja. Petugasnya bernama Pak Yanto dan Pak Soleh sangat cekatan dalam membantu pasien (makasih ya Pak)..
ADMISSION (MASUK RAWAT INAP)
Untuk masuk rawat inap, pasien perlu menunjukkan surat pengantar dari dokter. Pengantar ini diberikan saat konsultasi terakhir. Karena saat itu tidak bawa, maka aku harus minta lagi ke sekretaris dokter Maizul di lantai 2 seberang kamar bedah.
Setelah surat didapat, muncul masalah baru. Kamar penuh ;-( Papi dapat waiting list nomor 11. Gawat juga nih, pikirku. Saat itu sudah jam 10 pagi, kamar belum dapat. Kapan bisa diproses untuk persiapan nih. Bisa-bisa operasinya mundur kalo gak dapet kamar. Untungnya P Yanto menjamin akan menyediakan kamar karena jadwal operasi sudah fix. Hanya saja kelas kamar bisa naik atau turun. Oya, waktu itu kami memilih kelas 1. So, kami putuskan untuk menunggu dan kami tinggalkan no hp utk dihubungi bila kamar telah tersedia.
KAMAR PERAWATAN
Sampai kami ditelpon, kami menunggu dikamar Om yg sedang menjalani prosedur pasang ring/sten. He..he..sakit jantung kok berjamaah. Kamar Om bagus sekali soalnya dia ambil yang kelas super vip (suite). Seharinya untuk kamar aja 1.250.000. Bandingkan dengan kamar kelas 1 yang cuman 200.000 per hari. Oya untuk kamar perawatan terbagi sbb:
- kelas 3: isi 6 orang/kamar
- kelas 2: isi 4 orang/kamar
- kelas 1: isi 2 orang/kamar
- vip : isi 1 orang+1penunggu
- suite : isi 1 orang+1penunggu dg kamar lebih luas kayak hotel.
Utk kamar kelas 1 pun penunggu bisa menginap, tetapi harus minta kartu penjaga pasien dari satpam yg pengantarnya diberikan oleh suster. Lagian tidak tersedia bed khusus. Jadi harus bawa peralatan tidur sendiri seperti tikar, bantal dan selimut. Tapi kalo nggak mau tidur di lantai, masih banyak alternatif. Ntar akan aku tunjukkan di tips berikutnya.
Akhirnya kami dihubungi setelah jam makan siang. Kamar tersedia. Puji Tuhan. Segera kami kembali ke ruang CAO. Disana P Yanto sdh menunggu dan menyiapkan berkas administrasi. Ternyata utk kelas 1, kami harus bayar downpayment sebesar Rp 55.500.000. Untungnya kami bawa dua kartu atm BCA shg kami bisa bayar Rp 50 jt (masing-masing kartu 25 jt) dulu, jd gak harus 55jt penuh. Oya, kalo bayar pake kartu kredit, ada tambahan charge 2.5% lho, kan sayang.
Setelah pembayaran beres, papi langsung dibawa untuk cek darah. Jadi gak langsung ke kamar. Baru setelah selesai, papi diantar ke kamar.
Kamarnya sendiri bersih. Dua bed, full ac, ada lemari, kamar mandi dalam, dan wastafel.
Setelah diberikan baju pasien warna biru, papi diantar untuk foto rontgen. Yah, itu persiapan untuk hari pertama.